Gerakan Nasional Indonesia Membaca di Sumatera Barat

24 Aug 2013

Budaya membaca di Indonesia masih kurang digalakkan. Kenyataan yang terjadi pada anak-anak zaman sekarang membaca dianggap sebagai sesuatu hal yang membosankan. Padahal siapapun mengetahui, dengan membaca akan terbuka cakrawala terhadap dunia. Dari buku pula kita dapat menemukan berbagai sumber pengetahuan yang tak terbatas. dan dari buku kita dapat belajar segala hal dengan maksimal. Karena buku adalah guru terbaik yang tak akan memarahi kita saat mengulang-ulang membacanya disaat belum paham.

Sebagai upaya untuk lebih menggencarkan budaya membaca bagi anak-anak Indonesia, di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Tanggal 22 Agustus 2013 saya ikut terlibat dalam program Sosialisasi Gerakan Indonesia Membaca acara yang terselenggara atas kerjasama Perpustakaan Nasional RI dengan Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat. Sesuai dengan tema yang diusung. Yakni, Perpustakaan Sahabat Terbaik Keluarga Indonesia diharapkan agar setiap individu jadi merasa senang dan nyaman untuk membaca buku di segala tempat. Baik di rumah, pasar, terminal, stasiun, puskesmas bahkan perkantoran.

Dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat Bapak Irwan Prayitno dan Kepala Perpustakaan Nasional RI Ibu Sri Sularsih dan Bapak Taufik Ismail sosok sastrawan, budayawan, dan seniman. Sebagai sasaran utama untuk menggalakkan Gerakan Indonesia Membaca, maka hadir disana siswa SD, SMP, SMA se-Kota Padang dan mahasiswa Univeritas Negeri Padang beserta IAIN Imam Bonjol Padang. Dan beberapa perwakilan dari Nagari di seluruh Sumatera Barat yang mendapat sumbangan buku dari Perpustakaan Nasional RI.

Saya sangat berharap keluarga Indonesia dari segala usia semuanya gemar membaca. Agar otak terasah dan selalu menimbulkan motivasi. Karena inspirasi nyata sering kita temukan dalam buku-buku. Sayang sekali jika sumber inspirasi tersebut dibiarkan saja. Gerakan Indonesia Membaca perlu disosialisasikan secara rutin dan berkesinambungan. Agar budaya gemar membaca ini dapat menular kepada para individu disekitarnya. Sehingga semakin banyak orang cerdas dan berkualitas.

Saya semasa kecil sangat gemar membaca. Ketika SD, saya sudah melahap buku-buku politik milik orangtua saya. Karena orangtua saya penyuka bacaan politik yang tebal-tebal. Saya mencoba membacanya, malah keasyikan dan menjadi hobby sampai dewasa. Keluarga sangat support akan kebiasaan saya yang suka membaca. Terutama untuk buku politik. Tanpa ragu saya sering membeli buku yang saya inginkan dari uang saku saya sendiri. Dan hasilnya sangat bermanfaat. Segala keingintahuan dapat terjawab melalui buku dan wawasan berkembang.

Menularkan gemar membaca kepada individu sekitarnya, bisa melalui orang terdekat dahulu. Kita bisa rutin membaca setiap saat, otomatis kita akan menjadi terbiasa. Orang disekitar kitapun akan mengikuti karena melihat kita asyik membaca.

Seperti yang dikatakan Pak Taufik Ismail, kita sangat berharap bisa menyamai budaya membaca seperti di Singapura, Inggris dan Amerika yang tingkat gemar membacanya tinggi untuk segala usia. Fasilitas perpustakaannya pun sangat memadai dan dibuat nyaman. Sehingga membuat para pembaca betah berlama-lama membaca buku di perpustakaan. Jika perpustakaan dibuat senyaman mungkin, maka akan menjadi tempat favorit bagi keluarga.

Saya sangat mendukung upaya Perpustakaan Nasional RI yang sudah berupaya membagikan buku-buku sampai ke beberapa pelosok desa dan beberapa tempat umum. Sebagai salah satu upaya mencerdaskan bangsa. Hal inipun tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. Mari membaca!


TAGS Gerakan Nasional Indonesia Membaca Buku Sumatera Barat


-

Author

Follow Me