Program Satu Juta Warung, Memberdayakan UKM

20 Mar 2013

Bersama para penggerak Program Satu Juta Warung

Bersama para penggerak Program Satu Juta Warung

Menghadiri undangan acara soft launching Program Satu Juta Warung. Yang di adakan di Cafe Gumati Jl.Paledang Bogor Tanggal 17 Maret 2013 kemarin. Begitu menuai banyak inspirasi di sana.

Program yang di dirikan oleh Bapak Agus serta Bapak Dedi Ekadibrata beserta kawan-kawan. Adalah sebuah tindakan nyata dalam mendukung upaya mengembangan para pelaku UKM. Khususnya dalam bidang niaga.

Seperti yang di ungkapkan oleh Bapak Dedi Ekadibrata, bahwa sasaran program ini adalah kepada pelaku UKM yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Yakni, menumbuhkan kembali gairah perniagaan masyarakat yang kurang lengkap atau yang warungnya telah lama tutup tetapi ingin buka kembali.

Pertimbangan dari didirikannya program ini, dipaparkan oleh Bapak Dedi dalam presentasi di acara soft launching tersebut. Menurut beliau selaku eksekutor kegiatan ini. Ada tiga hal yang mendasari program ini. Adalah :

1. Sisi spiritual ; Usaha dagangan adalah usaha yang mulia jika dilakukan dengan jujur dan amanah.

2. Sisi bisnis ; Usaha retail dapat memberikan manfaat ekonomi yang optimal.

3. Sisi sosial ; Warung dapat meningkatkan kemakmuran warga dalam waktu yang tak terukur.

Lembaga yang memayungi program Satu Juta Warung, adalah berupa koperasi, sebagai wadah untuk mengelola kegiatan warung yang bersifat bisnis. Bernama Harapan Warga Makmur (HWM). Warung HWM didirikan di seluruh Indonesia. Maka ada dua jenis koperasi, yaitu koperasi primer yang didirikan di setiap kota serta koperasi sekunder yang berkantor pusat di Bogor.

Program Satu Juta Warung telah berjalan sejak 20 Desember 2012. Sampai 16 Maret 2013 telah berdiri 30 warung yang telah bermitra dengan Koperasi Harapan Warga Makmur. Program ini baru mulai di Kota Bogor.

Program ini tak semata membantu masyarakat untuk meningkatkan taraf ekonomi dengan membuka warung. Dalam presentasinya Bapak Dedi Ekadibrata pun menambahkan. Dalam hal ini, manajemen HWM melakukan pelatihan serta pendampingan tata cara mengelola warung yang baik. Dari mulai mengelola modal, melakukan sosialisasi pemasaran dengan cara yang beretika sampai pada tata cara pencatatan laporan keuangan setiap transaksinya.

Persyaratan untuk mengikuti program ini adalah :

1. Memiliki bangunan fisik warung milik sendiri, baik yang setengah aktif maupun yang tidak aktif.

2. Menyerahkan KTP suami istri sesuai dengan domisili lokasi warung.

3. Bersedia warungnya di branding HWM.

4. Bersedia menandatangani MoU dan menjalankan pasal-pasal dalam perjanjian.

5. Membayar iuran pokok sebagai anggota koperasi sebesar Rp.100.000,- dan iuran wajib Rp.10.000,-serta uang tabungan sebesar Rp.250.000,-

6. Siap bekerja keras, Jujur, amanah, ramah, senang bersilaturahim atau bergaul dengan lingkungan sekitarnya.

7. Setelah persyaratan dipenuhi, warung mulai di branding dan mulai diisi secara bertahap sesuai permintaan konsumen.

Untuk informasi selanjutnya, silakan akses web http://www.hwmsukses.com

Saya pribadi, sangat mendukung program Satu Juta Warung ini. Karena program ini selain mendukung para pelaku usaha kecil menengah. Juga melakukan pendampingan dan edukasi dalam menjalankan usahanya. Sehingga dapat berjalan berkesinambungan dan jangka panjang. Karena dengan pendampingan dari Koperasi Harapan Warga Makmur. Semua transaksi akan terkontrol dengan baik. Dapat diketahui perolehan omset serta kendala-kendala yang dihadapi warga pemilik warung akan segera diketahui dan diatasi permasalahannya.

Seiring perkembangannya. Manajemen HWM pun memerlukan komputerisasi untuk mencatat setiap transaksi warung-warung yang bermitra. Maka para pemilik warung pun dilaih bagaimana menggunakan komputer untuk data entry transaksinya serta diperkenalkan dengan Barcode scan pada produk yang dijualnya. Dimaksudkan agar memudahkan pencatatan.

Hal ini terbukti dengan keberhasilan salah satu pemilik warung yang bermitra dengan HWM, bernama Ibu Wiwi. Yang perolehan omset tertingginya adalah Rp.850.000,- per hari. Ibu Wiwi seorang warga Kampung Nagrak. Kelurahan Pamoyanan Bogor Selatan ini. Mengakui bahwa dirinya dan keluarga sangat terbantu dengan adanya bantuan dari HWM. Setelah lima tahun warungnya tutup. Kini dapat beroperasi kembali dengan dukungan HWM. Dan memperoleh omset terbaik.

Program ini patut menjadi inspirasi bagi pihak manapun. Dan untuk wilayah lain selain Bogor, sedang dalam proses pendirian. Diharapkan program ini akan efektif dalam rangka menyejahterakan ekonomi masyarakat.


TAGS


-

Author

Follow Me