Menyikapi Kanker Dengan Berpikir Positif

18 Feb 2013

Memperingati Hari Kanker sedunia bersama Indonesia Cancer Care Community di Pulo Mas Tanggal 17 Februari 2013 kemarin. Saya berkesempatan menjadi Bntang Tamu di sana. Ada sharing dari dr.Maria juga dari saya sendiri seputar kanker dan cara menyikapi penyakit mematikan ini.

Dalam acara ini, tak ada pembahasan lebih mendalam mengenai proses penyakit ini tumbuh dalam badan semua orang. Karena antisipasi agar semua yang hadir tak terkenang lagi masa sulit serta masa yang elah di lewatinya bersama kanker yang di deritanya. Jadi, acara lebih pada memberi motivasi dan tips meyikapi diri dengan berbagai hal positif dalam menghadapi penyakit kanker.

Menurut salahsatu narasumber, dr.Maria, beliau memaparkan bahwa penyakit kanker adalah datang dari Yang Maha Kuasa, akan ada banyak hikmahnya dengan diberikan penyakit. Kita bsa lebih dekat dengan Sang Pencipta dan bisa membuat kualitas kedekatan bersama keluarga.

Pasien kanker yang tertekan biasanya akan menularkan sikap ini pada keluarga di dekatnya. Karena sama-sama ikut merasakan. Jadi, ada baiknya pasien harus bisa lebih ikhlas menerima dan beradaptasi dengan kondisi yang ada. Kesadaran diri serta tau apa yang patut di lakukan. Begitu juga untuk keluarga, harus ada pengertian dan dukungan moral yang penuh bagi keluarganya yang menderita penyakit ini. Karena dukungan keluarga akan berperan menjadikan pasien kanker lebih survive dalam menjalani hidupnya.

Pasien kanker harus kritis dengan keadaan dirinya, dengan demkian tak ada kendala dalam jadwal pengobatan atau terapi rutin yang akan di hadapinya. Agar semuanya berjalan lancar tanpa rasa takut berlebihan yang akan menimbulkan lelah lahir batin serta stress.

Pengalaman saya ketika terdeteksi kanker payudara beberapa tahun silam, awalnya sangat terpukul. Namun dukungan keluarga yang saling menguatkan adalah memacu semangat saya untuk berusaha untuk sembuh. Saya berusaha berobat dan kontrol rutin. Selain itu, saya pun memperbaiki pola hidup saya menjadi lebih sehat lagi.

Intinya, saya tetap berpikir positif dan melakukan usaha maksimal demi kesembuhan. Karena saya sadar, keluarga sangat membutuhkan saya, pekerjaan saya di DPRD juga merupakan amanat besar yang harus di jalankan dengan baik. Serta kesehatan diri masih bisa di upayakan. Jadi tak ada alasan untuk berputus asa.

Dalam acara Hari Kanker sedunia ini, ada salahsatu anggota komunitas ini yang berbagi pengalaman, namanya Ibu Tuti, beliau bisa sembuh dari kanker payudara walau harus kehilangan satu payudaranya. Beliau tetap semangat menjalani hidup karena merasa dirinya lebih bermanfaat untuk keluarga dan orang di sekitarnya. Daripada memikirkan kondisi diri yang hanya mempunyai satu payudara maka beliau memilih tetap berkarya dan beraktivitas sehingga hidupnya lebih bermanfaat. Dan masa sulit saat melawan kanker berhasil di lewatinya dengan baik. Bermodal positive thinking.

Menurut dr.Maria, menangis bersama keluarga dibolehkan sekadar untuk meringankan beban perasaan, dengan catatan harus tahu kapan dan berapa lama harus menangis. Harus dilakukan pada saat yang tepat tentunya. Beliau juga menambahkan bahwa setiap wanita diupayakan bisa mendeteksi dini kanker. Dengan melakukan mamografi setahun sekali atau deteksi sendiri di rumah. Khusus kanker payudara, bisa di deteksi di rumah dengan jari.

Usai acara bersama para Narasumber

Usai acara bersama para Narasumber

Mari kita tingkatkan pola hidup sehat dengan konsumsi makanan bergizi dan olahraga. Juga selalu berpikir positif dalam keadaan apapun agar hidup bisa dijalani dengan ringan. Jaga pula hubungan baik dan berkualitas dengan keluarga dan orang di sekitar agar dukungan di dapatkan dengan lebih layak.


TAGS


-

Author

Follow Me