Ketika saya berada ditempat dan waktu yang salah, merasa sangat di rugikan karena langsung di vonis atas tuduhan sebagai pengguna narkoba. Dan sedang melakukan pesta narkoba.
Sangat tidak masuk akal jika saya memakai narkoba. Bahkan untuk berpikir menggunakan obat haram tersebut tak terlintas dalam benak saya. Sejatinya saya sangat memerangi narkoba yang selain bisa merenggut nyawa manusia juga dapat menghancurkan masa depan.
Saya masih mempunyai dendam yang tak berkesudahan terhadap narkoba ini karena adik saya sendiri meninggal di sebabkan narkoba. Sejak itu, saya mempunyai niat untuk memerangi narkoba sampai kapanpun. Agar saya juga keluarga serta seluruh Bangsa Indonesia tidak hancur dan punah harapan di sebabkan barang haram ini.
Akibat kejadian kemarin, sebelum hasil test urine saya keluar. Serangan pemberitaan media-media begitu bombastis dan memuat berita tersebut hanya dari keterangan satu pihak saja. Langsung memvonis bahwa saya pada saat itu sedang pesta narkoba di rumah Raffi Ahmad. Tanpa melakukan verifikasi berita dari berbagai pihak dan menggali informasi yang sebenarnya.
Di sana tak ada pesta narkoba. Saat itu saya benar-benar apes karena berada di tempat dan waktu yang salah.
Walaubagaimana, BNN harus menyatakan dengan tegas, mana yang salah dan benar. Karena menurut hasil pemeriksaan test laboratorium ; urine, darah dan rambut saya di nyatakan NEGATIF dari Narkoba. Tak semestinya pemberitaan yang meyatakan saya sebagai pengguna narkoba terus menerus di beritakan media. Apalagi di tambah-tambah. Media dan BNN seyogyanya melakukan tanggungjawab moral atas pemberitaan yang tidak benar terhadap saya.
Karena saya sudah dinyatakan Negatif dari pemeriksaan urine, darah dan rambut. Maka saya memang bukan pemakai narkoba atau apapun yang ada hubungannya dengan narkoba.
Hal ini menyangkut perasaan dan psikologis anak-anak saya yang telanjur menangkap pemberitaan masalah ini di media. Maka di harapkan media bisa bersikap netral dan tidak menyudutkan salah satu pihak demi tercapainya oplah. Pikirkan juga akibat buruknya yang melebar dari kejadian ini. Saya yakin, media juga punya kode etik terhadap berita yang di tayangkan. Harus ada verifikasi berita dari berbagai pihak terkait. Tidak bisa langsung percaya dengan satu pihak saja. Sekalipun pihak tersebut mempunyai wewenang hukum dan posisinya pejabat. Media tetap harus taat dengan kode etiknya dengan bersikap netral dan selalu menyajikan informasi yang benar adanya.
Saya senang mendengar bahwa hasil test anda negatif. Saya pikir masyarakat sudah kenyang dengan berita-berita yang buruk. Jika berita buruk ini di tambah-tambah, itu sangat tidak mendidik. Tidak ada efek positif bagi bangsa kita. Haruskah media selalu menjual berita buruk supaya mendapat perhatian dari banyak orang?
Kita semua rindu akan berita-berita yang manusiawi. Yang meneduhkan hati namun jujur, tidak perlu disengaja menampilkan kebaikan dengan menunjukkan simbol-simbol agama. Nilai kemanusiaan tidak ditentukan oleh agama.
Belajar tidak menghakimi siapapun karena apapun http://husinpeng.blogdetik.com/?p=168
kebenaran pasti akan terungkap, saya percaya mbk Wanda tidak seperti itu. tetap sabar saja
Semangat mba!
ini blog pribadinya mb wanda hamidah ya ?
gpp mbak…. segala sesuatu itu sudah diijinkan oleh Tuhan dengan tujuan tertentu.
bagi media, bad news is good news.
Saya senang mendengar berita dibebaskannya Wanda oleh BNN, semoga ini menjadi pelajaran paling mahal dan paling berharga. Kiranya kedepan lebih berhati-hati dalam melihat situasi dan kondisi. Selamat sekali lagi, saya dukung memerangi narkoba demi bangsa ini.
ayo berjuang perangi narkoba
http://f4ndhy.blogspot.com/2013/01/narkoba-dan-remaja_30.html
narkoba emang bikin gila… terus deh perangi
Media akan gencar memberitakan sesuatu yang ‘jatuh’, sesuatu yang baik/ netral akan diberitakan ’seperlunya’.
setuju mbak..semoga awak media segera mengklarifikasi hal ini
Semoga sukses memerangi narkoba dan banyak diikuti tokoh-tokoh lainnya
semoga cepat kelar ya mbak,kita yang lihat juga bosan,mungkin sebenarnya yang terjadi tidak seheboh yang diberitakan di media.karena rafi dan mbak wanda seorang publik figure makanya jadi sorotan terus,kemaren katanya yang tertangkap sekitar 17 orang.tapi kok ngga pernah dilihatkan orang-orangnya.beritanya terlalu dibesar-besarkan.
Betul Tuh… g mungkin orang secantik mba’ wanda pakai narkoba.. yang pakai narkoba mukanya ancur pasti jelek.. huekksss… cemangat mbak…
\Kebenaran Bukan Pembenaran\
kebenaran boleh saja disalahkan tapi tidak akan pernah dapat dikalahkan..