Diskusi The Jakmania dan Komisi E DPRD

19 Jan 2013

Tanggal 14 Januari 2012 lalu, kantor DPRD Jalan Kebon Sirih Jakarta kedatangan para The Jakmania. Yang ingin menyampaikan berbagai poin masalah terkait Persija. Klub kesayangannya yang populer di juluki Macan Kemayoran.

Pertemuan yang berlangsung di ruang komisi E kantor DPRD. Di hadiri oleh ketua The Jakmania Larico Ranggamone dan pengurus lainnya serta Ketua dan wakil ketua komisi E serta saya sendiri sebagai anggota DPRD.

Dalam pertemuan tersebut, Larico Ranggamone, ketua The Jakmania mengungkapkan berbagai masalah yang di hadapi Persija. Seperti tidak adanya akomodasi sarana latihan yang memadai, sebab untuk melakukan latihan di stadion Lebak Bulus yang masih milik pemerintah saja Persija harus mengeluarkan biaya Rp. 1.2 Juta untuk satu kali latihan. Sedangkan latihan bisa tiga kali dalam satu minggu. Dalam setahun biaya yang di keluarkan untuk latihan saja sangat besar.

Belum lagi untuk mess tempat tinggal para anggota Persija yang kurang memadai dan masih jauh dari kelayakan. Saat ini mess Persija yang tempatnya di bilangan Pamulang Tangerang hanya sebuah rumah dengan empat kamar yang di diami oleh 16 orang anggota Persija.

Maka dari itu, The Jakmania sebagai supporter sejati Persija, tergerak untuk menyampaikan permasalahan yang di hadapi oleh klub kesayangannya tersebut. Dengan menyambangi kantor DPRD komisi E.

Saya sendiri sebagai salah satu anggota komisi E serta sebagai pecinta olahraga, sangat menyambut dengan tangan terbuka bagi The Jakmania yang hadir saat itu. Walaupun permasalahan Persija bukan sepenuhnya tanggung jawab The Jakmania.

Saya merasa terharu, merinding dan bangga melihat kesungguhan The Jakmania yang berjuang untuk mencari solusi bagi kebaikan Persija. Seharusnya The Jakmania bukan hanya sebagai pelengkap saja dalam klub Persija. Tetapi harus juga menjadi penentu dan terlibat dalam membuat keputusan. Sebab The Jakmania adalah saham terbesar Persija.

Saya dalam waktu dekat akan melakukan peninjauan mess sementara para atlet klub Persija yang terletak di Pamulang tersebut. The Jakmania jika ingin melakukan pembenahan harus pula dibarengi oleh perbaikan citra The Jakmania di mata publik. The Jakmania harus mampu menjamin keamanan serta ketertiban di stadion ketika mendukung klub Persija. Agar seluruh lapisan masyarakat merasa nyaman ketika ingin menonton bola secara langsung di stadion. Karena Persija bukan hanya milik The Jakmania. Semua masyarakat dari daerah manapun berhak mendukung dan menonton Persija secara langsung.

Jadi dengan begitu masyarakat akan berbondong-bondong datang ke stadion yang ujungnya akan berdampak juga bagi pemasukan klub melalui tiket. Potensi pemasukan dari pembelian tiket ini bisa di manfaatkan untuk menambah kas Persija. Sebab yang tadinya hanya kaum laki-laki dewasa saa yang bisa menonton. Karena para ibu dan anak-anak yang sebenarnya ingin menonton live di stadion, harus puas hanya menonton di televisi. Disebabkan khawatir terjadi hal yang tak di inginkan karena kurang tertibnya para supporter.

Mungkin saja dengan langkah perbaikan citra The Jakmania, akan berdampak pada penambahan potensi penjualan tiket dari masyarakat berbagai gender, umur dan kuantitas penonton yang hadir. Serta mendatangkan sponsor yang banyak dan layak.

Selain itu, jika The Jakmania ingin mendukung penuh terhadap manajemen Persija, ada baiknya The Jakmania ikut terlibat dalam meninjau manajemen Persija yang masih belum baik, kejujuran dan tranparansi perlu di tanamkan disana. Baik hubungan dengan donatur atau sponsor selayaknya ada sikap transparansi serta singkronisasi pembiayaan.

Langkah yang dilakukan oleh The Jakmania, dengan mau memikirkan jalan keluar berbagai persoalan yang di hadapi Persija sampai sejauh itu menunjukkan buktinya sebagai suporter sejati. The Jakmania bukan hanya suporter yang hanya ingin menonton pertandingan setelah itu pulang. Tetapi mau berperan aktif dalam membenahi managemen klub Persija yang kian hari kian berantakan dan banyak di campurtangani oleh berbagai kepentingan politik.

Kepengurusan Persija memang seharusnya dilakukan oleh yang berkompeten dalam bidangnya. Tak menutup kemungkinan untuk dipikirkan bersama dengan seluruh lapisan elemen masyarakat. Tetapi harus murni untuk mendukung Persija. Bukan untuk kepentingan pribadi atau politik.

Kami sangat menerima apa yang di sampaikan oleh The Jakmania. Sebagai pecinta olahraga dan pendukung motivasi pemuda, saya beserta jajaran komisi E DPRD akan menampung aspirasi The Jakmania yang telah di sampaikan dan menjadi bahan evaluasi untuk di tindaklanjuti. Dan kami akan menyampaikan hal ini ke pusat.


TAGS


-

Author

Follow Me